Masih Berlanjut, Bansos Sembako Kemensos Sasar Penyandang Disabilitas

  • Masih Berlanjut, Bansos Sembako Kemensos Sasar Penyandang Disabilitas
  • WhatsApp Image 2020-07-01 at 19.30.29 (1)
  • WhatsApp Image 2020-07-01 at 19.30.29 (5)
  • WhatsApp Image 2020-07-01 at 19.30.29 (4)
PADALARANG (1 Juli 2020) – Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat didampingi Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Eva Rahmi Kasim menyalurkan 1.267 paket  bantuan sosial (bansos) sembako bagi penyandang disabilitas (PD) dan warga terlantar yang terdampak Covid-19 di wilayah Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi. 

Dari 1.267 paket sembako tersebut untuk wilayah Kota Bandung sebanyak 490 paket meliputi Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung Sebanyak 299 paket; Anggota Himpunan Wanita Penyandang Disabilitas (HWDI) domisili Kota Bandung sebanyak 56 paket; Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bandung sebanyak 29 paket; Pengurus DPD PPDI Provinsi Jawa Barat sebanyak 22 paket; Yayasan Biruku Indonesia sebanyak 84 paket.

Selanjutnya, wilayah kabupaten Bandung melalui PPDI Kabupaten Bandung sebanyak 30 paket. Wilayah Kabupaten Bandung Barat sebanyak 686 paket meliputi: Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat sebanyak 653 paket; PPDI Kabupaten Bandung Barat  sebanyak 33 paket. Wilayah Kota Cimahi sebanyak 61 paket meliputi: PPDI Kota Cimahi sebanyak 56 paket, Anggota HWDI Provinsi Jawa Barat domisili Kota Cimahi sebanyak 5 paket.

Bansos sembako secara simbolis diserahkan Dirjen Rehsos kepada Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, perwakilan dinas/instansi sosial  Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi, perwakilan lembaga kesejahteraan sosial (LKS),   Himpunan Wanita Penyandang Disabilitas (HWDI), Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) dan perwakilan penyandang disabilitas.

Acara penyerahan secara simbolis dilaksanakan di Kantor Bupati Kabupaten Bandung Barat dan dihadiri  Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dodo Suhendar, PPDI, HWDI, Yayasan Biruku Indonesia , dan dinas/instansi sosial di wilayah Bandung Raya. 

Pada kesempatan ini, Tim Teknis Menteri Sosial, Restu Hapsari ditugaskan langsung oleh Menteri Sosial, Juliari P. Batubara untuk memantau penyaluran berbagai bansos di Kemensos khususnya terkait dengan tugas pokok dan fungsi  Ditjen Rehsos.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengapresiasi bansos yang disalurkan Kemensos. “Ini merupakan bentuk perhatian yang sangat besar dari kemensos untuk penyandang disabilitas dan warga terlantar terdampak Covid-19 di wilayah Bandung Barat.  Terima kasih atas bantuannya, semoga bermanfaat  dan Covid-19 segera berakhir” ujar Aa Umbara.

“Pemerintah sudah sangat memperhatikan pemenuhan hak hak dasar PD. Dalam situasi Covid-19 ini pemerintah berusaha keras memberikan perlindungan agar PD bisa tetap sehat, bisa  melaksanakan kehidupan sehari-hari, mengupayakan agar produktifitas PD tetap berlangsung”ujar Harry. 

"Bansos yang kami bawa ini dari refocusing anggaran Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Tahun 2020 yang tidak terserap karena ada kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan selama masa pandemi Covid-19.  Sesuai dengan instruksi Presiden, Mensos telah menugaskan seluruh unit eselon I di Kemensos harus turut membangkitkan sense of crisis dengan melakukan berbagai efisiensi anggaran, dialihkan ke bansos sembako"kata Harry.    

Bansos sembako dari Ditjen Rehsos disalurkan ke kelompok-kelompok khusus seperti penyandang disabilitas. Bansos diupayakan bagi PD secara perorangan yang belum mendapatkan bansos dari skema sumber bansos manapun.

“Pendekatan yang dilakukan, kedepan tidak hanya bertumpu pada pendekatan panti/balai tapi diupayakan langsung kepada keluarga-keluarga,  individu-individu  yang mengalami disabilitas. Paradigma baru di Rehsos mengedepankan upaya perlindungan dan pemenuhan  hak dasar berbasis keluarga (Family based care) ”ujar Harry.

“Karena sistem belum terbangun sedemikian rupa, kami menyadari, Perlu ada sinergi dengan LKS dan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPD). Itulah arti kehadiran PPDI, HWDI,dan  LKS yang peduli disabilitas untuk bergandengan tangan dengan kemensos untuk memastikan saudara kita PD tetap bisa bertahan (survive) pada situasi sulit di masa PSBB maupun dimasa new normal” tegas Dirjen Rehsos.

“Kami berharap kerja sama dengan LKS/OPD  bisa terus berlanjut, sehingga kedepan sinergi antara balai/panti Pemda dengan LKS serta keluarga-keluarga disabilitas menjadi satu kesatuan yang terintegrasi dan terpadu” pungkas Harry.

Paket sembako yang diberikan berupa beras premium, biskuit, minyak goreng, mie instan, ikan kaleng, susu kental manis, dan sabun mandi cair. 




Penulis :
OHH Ditjen Rehsos
Editor :
Annisa YH

Bagikan :